Kelebihanku yaitu aku memiliki sikap disiplin, rajin, suka membantu, dan suka menghibur orang lain. Aku juga memiliki beberapa bakat di bidang kesenian, yaitu aku bisa bermain piano dan bernyanyi. Selain dari kelebihan, aku juga memiliki kekurangan. Yaitu keseringan main handphone, susah membagi waktu antara waktu istirahat dan belajar, keseringan tidur malam, dan susah untuk percaya diri. Walaupun kekuranganku mungkin lebih banyak daripada kelebihan, tetapi aku akan selalu berpikir optimis terhadap tindakan atau perbuatan yang aku lakukan.
Sekarang, aku ingin memperkenalkan kalian kepada keluargaku. Anggota keluargaku terdiri dari ayah, ibu, kakak, dan aku sendiri.
Perkenalkan nama ibuku Mira Agusnani, nama panggilannya Mira. Ibuku lahir di Tanjung Karang, Lampung. Ia adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Semasa kecilnya, ibuku tinggal di Lampung. Sampai berusia empat tahun, ibuku beserta keluarga pindah ke Jakarta, karena kakek ku mendapat pekerjaan di kota tersebut. Ibuku bersekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta. Kemudian, berkuliah di Universitas Indonesia (UI) di Depok. Saat berkuliah, ibuku memilih Jurusan Arsitektur. Pada tahun 2002, ibu dan ayahku menikah. Kemudian pada tahun 2004, lahirlah kakakku dan empat tahun kemudian aku lahir. Menurutku, ibuku adalah seorang yang baik hati, ramah, dan pekerja keras. Biasanya, ibuku selalu melakukan pekerjaan rumah tangga. Seperti mencuci piring dan pakaian, menyapu, dan lain sebagainya. Tetapi aku, kakakku, dan ayahku juga selalu membantunya. Selain melakukan pekerjaan rumah, ibuku juga bekerja sebagai arsitek. Seperti merancang bangunan, juga mendekorasi interiornya. Hal itu, membuatku sangat kagum, karena sifatnya yang semangat, pantang menyerah, dan bekerja keras. Saat aku membuat kesalahan, ibuku akan selalu menegur. Tetapi ibuku melakukan itu bukan karena ia tidak sayang kepadaku. Tapi, karena ia ingin aku belajar dari kesalahanku sendiri. Ibuku adalah teman diskusiku dalam mengerjakan hal-hal yang sulit. Terkadang, aku dan ibuku juga sering berbagi cerita. Bahkan saat ibuku bercerita, terdengar dua kali lebih seru daripada kejadian aslinya. Ibuku sangat humoris dan menyenangkan. Aku sangat sayang kepada ibuku. Aku sangat berterima kasih atas perjuangannya demi kebaikan keluarga kami. Semoga ibuku selalu sehat, sukses, juga selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga aku bisa menjadi anak yang berprestasi dan pintar, sehingga dapat membanggakan kedua orang tua. Aamiin YRA.
Nama ayahku yaitu Alexandra Ryan Ahmad Dina, panggilannya Alex. Ayahku lahir di Pemalang, Jawa Tengah. Ayahku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sampai pada usia lima tahun, ayahku sempat tinggal di Yogyakarta, kemudian pindah ke kota Jakarta bersama keluarga. Ayahku bersekolah SD dan SMP di Jakarta, SMA di kota Magelang, lalu berkuliah di Universitas Indonesia (UI) S1 Jurusan Teknik Industri di Depok. Setelah lulus pada tahun 2000, ayahku bekerja di Soedarpo Informatika Group yaitu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi. Kemudian, ayahku pindah bekerja ke PT Bank Danamon Indonesia. Saat tahun 2009, ayahku melanjutkan S2 di Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi UI sambil bekerja dan berhasil mendapatkan predikat kelulusan cumlaude. Hingga saat ini, ayahku masih bekerja di PT Bank Danamon Indonesia walaupun sudah berpindah-pindah di beberapa unit/divisi. Menurutku, ia sosok seorang yang humoris walaupun terkadang kaku dan tidak lucu. Biasanya, Ayahku juga membantuku dalam hal-hal sulit. Semenjak COVID-19 ini, ayahku selalu Work From Home atau bekerja dari rumah. Sehingga, aku dapat melihat apa saja pekerjaan ayahku. Tetapi, ayahku selalu disiplin dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya walalupun bekerja di rumah.
Kakak ku yang bernama Quina Qaumitaquna Mirxela, biasa dipanggil Quina adalah satu-satunya saudara kandung ku. Kakak ku perempuan dan kami berbeda 4 tahun lahirnya. Ia lahir di Jakarta dan sekarang ia berusia 16 tahun. Aku sebagai adiknya sangat tidak sabar untuk kakak ku berusia 17 tahun, karena ia akan menjadi dewasa dan akhirnya dapat menyetir!! Kakak ku menghabiskan masa SD nya di SD Bakti Mulya 400, sama seperti aku. Kemudian ia melanjutkan pendidikan nya di SMPN 19 Jakarta dan sekarang berada di kelas 11 SMAN 28 Jakarta. Kakak sempat menjadi panutanku. Karena ia memiliki banyak talenta yang sangat keren bagiku. Ia sangat pintar dalam pelajaran sekolah, kemudian ia juga memiliki tulisan tangan yang bagus, ia juga mahir dalam bermain basket, piano, gitar, dan ia dapat melukis dengan indah. Ia juga sudah memenangkan lomba-lomba basket beregu, mendapatkan penghargaan saat pentas piano, dan mendapatkan nilai ujian di sekolah yang bagus. Aku tidak menyangka bahwa kakak ku sebentar lagi akan masuk kuliah. Aku akan mendoakan yang terbaik untuknya.
Aku dan keluarga tinggal pada suatu perumahan dalam kawasan Lebak Bulus. Perumahan ini, dibangun sekitar tahun 2015-2016. Namun, kami mulai tinggal disini sejak September 2019. Untuk memasuki perumahan ini, melewati satu gerbang utama di depan perumahan. Jarak dari gerbang utama hingga rumahku sekitar 100 m. Rumahku ini memiliki tiga lantai. Kurang lebih, panjang rumahku yaitu 18 m dan lebarnya 8 m. Dalam lantai satu terdapat pintu masuk utama, garasi, ruang tamu kecil, tempat penyimpanan sepatu atau sandal, dapur, meja makan, dan ruang-ruang servis seperti ruang mencuci dan menjemur baju, gudang, serta toilet. Di lantai yang sama, terdapat dua taman kecil untuk penghijauan di area luar rumahku. Yang pertama terdapat di depan rumah dan yang kedua terdapat di belakang rumah. Dalam lantai dua, terdapat pintu masuk semi utama (pintu ini adalah cadangan dari pintu utama yang terdapat di lantai satu dan juga salah satu cara untuk mengakses taman bersama & jogging track), terdapat ruang keluarga, kamar tamu, kamar mandi, ruang kerja atau belajar, dan di area luar terdapat balkon. Untuk naik dari lantai satu ke lantai dua terdapat dua cara. Cara pertama yaitu menggunakan tangga dari dalam rumah dan cara kedua yaitu menggunakan mobil dan naik menuju jalanan depan jogging track, kemudian jalan kaki untuk menuju pintu masuk semi utama rumah. Dalam lantai tiga hanya terdapat kamar anak dan kamar utama. Dalam kamar anak yaitu kamarku dan kakakku terdapat kasur, meja dan kursi belajar, lemari buku, lemari pakaian, laci penyimpanan barang, dan kamar mandi. Dalam kamar utama yaitu kamar orang tua ku terdapat kasur, meja dan kursi, lemari pakaian, laci penyimpanan barang, dan kamar mandi. Di kamar utama juga terdapat balkon yang menghadap ke jogging track & taman bersama.
Sekian cerita tentang biografi ku, terima kasih sudah membaca!!
Comments
Post a Comment