Biografi Diriku

Halo semuaa namaku Qurratuaini Qalbi Mirxela, aku lahir di Jakarta tahun 2008.

Orang tuaku memilih nama "Qurratuaini" yang diambil dari salah satu doa di Al-Qur'an Surah Al-Furqan Ayat 74, yaitu "Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrata a'yuniw waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa", yang artinya "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa". Nama tengah sekaligus nama panggilanku yaitu "Qalbi" yang artinya "Hati/Qolbu". Untuk nama belakang "Mirxela", diambil dari nama kedua orang tuaku yaitu Mira dan Alex. Jadi, orang tuaku memilihkan nama ini dengan tujuan, harapan, dan doa supaya aku dapat menjadi penyenang mata dan hati bagi orang-orang disekitar, terutama orang tuaku. (Aamin YRA)

Usiaku sekarang yaitu 11 tahun dan aku duduk di bangku kelas 7 di SMP Labschool Kebayoran. 

Sekolah asalku dulu di Bakti Mulya 400. TK dan SD Bakti Mulya 400 terletak di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Aku bersekolah disini sejak TK hingga lulus SD. TK dan SD ini berada di satu bangunan yang sama, namun berbeda bagian. Banyak akses untuk masuk ke sekolah ini, seperti lobby depan, lobby belakang, dan basement samping. 

Bangunan SD ini cenderung besar dan luas yang terdiri dari 3 lantai, 1 lapangan luas, yang dilengkapi fasilitas lainnya. Setiap lantai, memiliki kurang lebih 10 kelas. Di lantai 1 terdapat ruang untuk murid kelas 1-2, ruang Tata Usaha, ruang Kepala Sekolah, koperasi sekolah, ruang keterampilan, dan toilet. Lalu, di lantai 2 terdapat ruang untuk murid kelas 3-4, ruang komputer, ruang UKS, ruang BK, kantin, dan toilet. Kemudian, di lantai 3 terdapat ruang untuk murid kelas 5-6, ruang musik, ruang laboratorium IPA, ruang perpustakaan, ruang serbaguna, ruang guru 1 (guru olahraga) dan ruang guru 2 (guru agama islam), dan toilet. Sedangkan, bangunan TK disini jauh lebih kecil dari SD nya karena murid-murid nya yang juga sedikit. Dalam bangunan ini, terdiri dari 2 lantai,  1 lapangan kecil, taman bermain, ruang musik, ruang komputer, ruang serbaguna, ruang guru, kolam renang kecil, mushola, dan tentunya toilet. Lingkungan sekolah ini sangat nyaman. Selain fasilitas nya banyak, kebersihan nya pun juga terjaga. Selain itu, di sekolah ini juga terdapat banyak pohon sehingga udara pun bersih. Kantin sekolah ini juga menyediakan banyak makanan lezat dan murah-murah. 

Di sekolah ini, aku mendapat banyak sekali teman. Teman-teman seperjuangan ku dari TK hingga SD yang berjuang untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Yang pada akhirnya kami semua lulus dari SD berkat hasil usaha terbaik kami. Teman-teman TK dan SD ku juga sangat baik, ramah, lucu, dan pintar. Karena mereka, masa sekolah ku sama sekali tidak bosan. Karena mereka, aku juga dapat merasakan kesenangan bersekolah TK dan SD disini. Selain teman, aku juga bertemu dengan guru-guru yang sangat seru dengan cara mengajar yang mudah dimengerti. Guru TK dan SD ku, sudah membimbing banyak sekali materi sehingga aku dapat masuk SMP impianku yaitu SMP Labschool Kebayoran. Guru-guru nya juga sangat ramah dan lucu-lucu.

Saat pengumuman penerimaan siswa Labschool, aku sangat ragu dan takut tidak dapat diterima. Karena SMP Labschool Kebayoran ini adalah SMP impianku sejak SD. Jadi, aku ingin sekali diterima di SMP ini. Sampai pada saatnya pengumuman penerimaan siswa Labschool, Alhamdulillah aku dinyatakan LULUS tes seleksi PSB SMP Labschool Kebayoran. Aku sangat senang, juga sangat bersyukur dapat bersekolah di SMP Labschool Kebayoran. Walaupun kita masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online school, tetapi aku dan teman-teman yang lain juga harus tetap semangat belajar dalam kondisi seperti ini.

Semua orang pasti memiliki harapan mereka masing-masing. Aku pun juga mempunyai harapan bersekolah di SMP Labschool Kebayoran. Yaitu aku ingin mendapatkan labstar, nilai rapot terbaik, mendapat teman banyak, mengembangkan dan menemukan potensi diri, dan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan dan organisasi sekolah. Saat semua harapanku tercapai, semoga aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, sukses, bermanfaat bagi lingkungan, bahagia di kemudian hari, serta dapat membanggakan banyak orang, terutama orang tua dan keluargaku. Selain dari harapan, aku juga memiliki kekhawatiran di SMP Labschool ini. Di antaranya susah bergaul, susah beradaptasi di lingkungan sekolah, tidak percaya diri, mendapatkan nilai yang kurang maksimal, dan tidak bisa menerima pelajaran yang disampaikan guru. Tetapi, aku akan selalu optimis dalam keadaan apapun.

Kelebihanku yaitu aku memiliki sikap disiplin, rajin, suka membantu, dan suka menghibur orang lain. Aku juga memiliki beberapa bakat di bidang kesenian, yaitu aku bisa bermain piano dan bernyanyi. Selain dari kelebihan, aku juga memiliki kekurangan. Yaitu keseringan main handphone, susah membagi waktu antara waktu istirahat dan belajar, keseringan tidur malam, dan susah untuk percaya diri. Walaupun kekuranganku mungkin lebih banyak daripada kelebihan, tetapi aku akan selalu berpikir optimis terhadap tindakan atau perbuatan yang aku lakukan.

Sekarang, aku ingin memperkenalkan kalian kepada keluargaku. Anggota keluargaku terdiri dari ayah, ibu, kakak, dan aku sendiri.

Perkenalkan nama ibuku Mira Agusnani, nama panggilannya Mira. Ibuku lahir di Tanjung Karang, Lampung. Ia adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Semasa kecilnya, ibuku tinggal di Lampung. Sampai berusia empat tahun, ibuku beserta keluarga pindah ke Jakarta, karena kakek ku mendapat pekerjaan di kota tersebut. Ibuku bersekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta. Kemudian, berkuliah di Universitas Indonesia (UI) di Depok. Saat berkuliah, ibuku memilih Jurusan Arsitektur. Pada tahun 2002, ibu dan ayahku menikah. Kemudian pada tahun 2004, lahirlah kakakku dan empat tahun kemudian aku lahir.  Menurutku, ibuku adalah seorang yang baik hati, ramah, dan pekerja keras. Biasanya, ibuku selalu melakukan pekerjaan rumah tangga. Seperti mencuci piring dan pakaian, menyapu, dan lain sebagainya. Tetapi aku, kakakku, dan ayahku juga selalu membantunya. Selain melakukan pekerjaan rumah, ibuku juga bekerja sebagai arsitek. Seperti merancang bangunan, juga mendekorasi interiornya. Hal itu, membuatku sangat kagum, karena sifatnya yang semangat, pantang menyerah, dan bekerja keras. Saat aku membuat kesalahan, ibuku akan selalu menegur. Tetapi ibuku melakukan itu bukan karena ia tidak sayang kepadaku. Tapi, karena ia ingin aku belajar dari kesalahanku sendiri. Ibuku adalah teman diskusiku dalam mengerjakan hal-hal yang sulit. Terkadang, aku dan ibuku juga sering berbagi cerita. Bahkan saat ibuku bercerita, terdengar dua kali lebih seru daripada kejadian aslinya. Ibuku sangat humoris dan menyenangkan. Aku sangat sayang kepada ibuku. Aku sangat berterima kasih atas perjuangannya demi kebaikan keluarga kami. Semoga ibuku selalu sehat, sukses, juga selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga aku bisa menjadi anak yang berprestasi dan pintar, sehingga dapat membanggakan kedua orang tua. Aamiin YRA.

Nama ayahku yaitu Alexandra Ryan Ahmad Dina, panggilannya Alex. Ayahku lahir di Pemalang, Jawa Tengah. Ayahku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sampai pada usia lima tahun, ayahku sempat tinggal di Yogyakarta, kemudian pindah ke kota Jakarta bersama keluarga. Ayahku bersekolah SD dan SMP di Jakarta, SMA di kota Magelang, lalu berkuliah di Universitas Indonesia (UI) S1 Jurusan Teknik Industri di Depok. Setelah lulus pada tahun 2000, ayahku bekerja di Soedarpo Informatika Group yaitu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi. Kemudian, ayahku pindah bekerja ke PT Bank Danamon Indonesia. Saat tahun 2009, ayahku melanjutkan S2 di Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi UI sambil bekerja dan berhasil mendapatkan predikat kelulusan cumlaude. Hingga saat ini, ayahku masih bekerja di PT Bank Danamon Indonesia walaupun sudah berpindah-pindah di beberapa unit/divisi. Menurutku, ia sosok seorang yang humoris walaupun terkadang kaku dan tidak lucu. Biasanya, Ayahku juga membantuku dalam hal-hal sulit. Semenjak COVID-19 ini, ayahku selalu Work From Home atau bekerja dari rumah. Sehingga, aku dapat melihat apa saja pekerjaan ayahku. Tetapi, ayahku selalu disiplin dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya walalupun bekerja di rumah.

Kakak ku yang bernama Quina Qaumitaquna Mirxela, biasa dipanggil Quina adalah satu-satunya saudara kandung ku. Kakak ku perempuan dan kami berbeda 4 tahun lahirnya. Ia lahir di Jakarta dan sekarang ia berusia 16 tahun. Aku sebagai adiknya sangat tidak sabar untuk kakak ku berusia 17 tahun, karena ia akan menjadi dewasa dan akhirnya dapat menyetir!! Kakak ku menghabiskan masa SD nya di SD Bakti Mulya 400, sama seperti aku. Kemudian ia melanjutkan pendidikan nya di SMPN 19 Jakarta dan sekarang berada di kelas 11 SMAN 28 Jakarta. Kakak sempat menjadi panutanku. Karena ia memiliki banyak talenta yang sangat keren bagiku. Ia sangat pintar dalam pelajaran sekolah, kemudian ia juga memiliki tulisan tangan yang bagus, ia juga mahir dalam bermain basket, piano, gitar, dan ia dapat melukis dengan indah. Ia juga sudah memenangkan lomba-lomba basket beregu, mendapatkan penghargaan saat pentas piano, dan mendapatkan nilai ujian di sekolah yang bagus. Aku tidak menyangka bahwa kakak ku sebentar lagi akan masuk kuliah. Aku akan mendoakan yang terbaik untuknya.

Aku dan keluarga tinggal pada suatu perumahan dalam kawasan Lebak Bulus. Perumahan ini, dibangun sekitar tahun 2015-2016. Namun, kami mulai tinggal disini sejak September 2019. Untuk memasuki perumahan ini, melewati satu gerbang utama di depan perumahan. Jarak dari gerbang utama hingga rumahku sekitar 100 m. Rumahku ini memiliki tiga lantai. Kurang lebih, panjang rumahku yaitu 18 m dan lebarnya 8 m. Dalam lantai satu terdapat pintu masuk utama, garasi, ruang tamu kecil, tempat penyimpanan sepatu atau sandal, dapur, meja makan, dan ruang-ruang servis seperti ruang mencuci dan menjemur baju, gudang, serta toilet. Di lantai yang sama, terdapat dua taman kecil untuk penghijauan di area luar rumahku. Yang pertama terdapat di depan rumah dan yang kedua terdapat di belakang rumah. Dalam lantai dua, terdapat pintu masuk semi utama (pintu ini adalah cadangan dari pintu utama yang terdapat di lantai satu dan juga salah satu cara untuk mengakses taman bersama & jogging track), terdapat ruang keluarga, kamar tamu, kamar mandi, ruang kerja atau belajar, dan di area luar terdapat balkon. Untuk naik dari lantai satu ke lantai dua terdapat dua cara. Cara pertama yaitu menggunakan tangga dari dalam rumah dan cara kedua yaitu menggunakan mobil dan naik menuju jalanan depan jogging track, kemudian jalan kaki untuk menuju pintu masuk semi utama rumah. Dalam lantai tiga hanya terdapat kamar anak dan kamar utama. Dalam kamar anak yaitu kamarku dan kakakku terdapat kasur, meja dan kursi belajar, lemari buku, lemari pakaian, laci penyimpanan barang, dan kamar mandi. Dalam kamar utama yaitu kamar orang tua ku terdapat kasur, meja dan kursi, lemari pakaian, laci penyimpanan barang, dan kamar mandi. Di kamar utama juga terdapat balkon yang menghadap ke jogging track & taman bersama.

Sekian cerita tentang biografi ku, terima kasih sudah membaca!!

Comments

Popular Posts